16102011.dikediaman Bpk.Suherman, Perum Alinda Kecana 1

No.6
Read By
DASAR-DASAR
PENGETAHUAN UMUM IBADAH

Perlulah kita ketahui jika kita pada saat mendirikan shalat tertutup dari cahaya-Nya maka kegelapan di atas kegelapan akan selalu meliputi kita. Mari perhatikan firman Allah berikut. 

24:40
Or [they are] like darknesses within an unfathomable sea which is covered by waves, upon which are waves, over which are clouds - darknesses, some of them upon others. When one puts out his hand [therein], he can hardly see it. And he to whom Allah has not granted light - for him there is no light.
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih (kegelapan di atas kegelapan), apabila dia mengeluarkan tangannya, Tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (Q.S. 24:40) lihat Quran Klik Disini

Maka kini mari kita lanjutkan menurut jenisnya Cahaya terbagi menjadi dua, pertama Cahaya Tampak, kedua Cahaya Tidak Tampa, adapun Cahaya Tampak adalah Cahaya yang memiliki kemampuan untuk membuat benda menjadi Tampak secara kasat mata, dan sedangkan Cahaya yang tidak tampak adalah Cahaya yang tidak “berusaha” membuat benda yang tidak tampak menjadi tampak samplenya, real cahaya tampak adalah Sinar Matahari, sedangkan contoh dari Cahaya Tidak Tampak adalah Sinar Ultra Violet dan Infra Merah, karena Cahaya tampak ini berkaitan erat dengan kemampuan Mata Fisik kita, sedangkan mata Fisik kita diciptakan untuk melihat cahaya dengan panjang gelombang tertentu yaitu dari kisaran 370 nm sampai 703 nm, yang terdiri dari tujuh macam warna primer yaitu: merah, jingga (oranye), kuning, hijau, biru, nila (indigo), dan ungu, sedangkan Cahaya matahari yang berwarna PUTIH, jika ditembakkan ke sebuah PRISMA maka CAHAYA PUTIH tersebut akan terbagi membentuk 7 spektrum warna sebagaimana yang kita telah disebutkan tersebut.

 Sehingga sebenarnya, Cahaya PUTIH adalah GABUNGAN dari 7 Spektrum Cahaya yang berwarna merah, jingga (oranye), kuning, hijau, biru, nila (indigo), dan ungu, maka  ketika kita melihat sebuah BENDA yang berwarna MERAH, maka sebenarnya yang terjadi adalah bahwa BENDA tersebut MENYERAP semua spektrum warna dari Cahaya Putih (Cahaya Matahari) Kecuali warna MERAH, dan begitupun sample-nya jika kita melihat BAJU berwarna BIRU, maka sebenarnya yang terjadi adalah bahwa BAJU itu MENYERAP Seluruh CAHAYA PUTIH kecuali Spektrum warna BIRU, demikian pula jika kita melihat BENDA yang berwarna PUTIH, maka sesungguhnya Anda melihat BENDA yang TIDAK MENYERAP satu pun Spektrum warna yang dipancarkan oleh Matahari, alias Benda PUTIH adalah BENDA yang MEMANTULKAN kembali seluruh Cahaya Putih yang diterimanya, adapun  jika kita melihat BENDA HITAM, maka sesungguhnya yang terjadi adalah bahwa BENDA ini MENYERAP SELURUH Cahaya Putih yang diterimanya.
Sahabat Cahaya, sebagaimana dijelaskan pada GAMBAR di atas bahwa Cahaya berWARNA Merah adalah Cahaya dengan Panjang Gelombang Tertinggi. Sedangkan Cahaya berwarna Ungu memiliki Frekuensi Tertinggi. Dengan kata lain, Semakin Tinggi Frekuensi maka semakin Rendah Panjang Gelombang

Dalam bahasa kehidupan yang dikaitkan dengan gelombang otak kita, yaitu jika Panjang Gelombang semakin panjang maka berakibat kepada semakin TENANGnya kehidupan kita, dan jika semakin tinggi frekuensi dari suatu gelombang, maka bisa berakibat kepada semakin TEGANG kehidupan kita, atau berkenaan dengan itu, maka kita yang sedang Banyak Pikiran (stress-tegang), sebaiknya mengurangi MELIHAT Benda berwarna MERAH, karena benda yang berwarna MERAH adalah benda yang TIDAK MENYERAP Cahaya Matahari yang berwarna MERAH, padahal Cahaya Matahari yang berwarna Merah memiliki Panjang Gelombang yang paling panjang, dengan demikian memperbanyak melihat benda berwarna BIRU, NILA, dan UNGU lebih disarankan untuk menenangkan pikiran. 
Maka jika kita kembali ke zaman Rosulullah Shollallaahu ‘Alaihi Wasallam, Rosulullah menyukai PAKAIAN yang berwarna PUTIH, maka dapat dipahami secara teori warna ini mengapa warna putih itu disarankan, sebab pakaian warna putih memantulkan kembali semua Cahaya Matahari yang diterimanya, sehingga si pengguna baju Warna Putih bisa lebih fokus kepada CAHAYA yang ada di dalam individu kita, yaitu yang meliputi individu kita, Cahaya yang lebih sejati, cahaya yang bersifat metafisik, bukan yang fisik, inilah sebabnya Tokoh Baik di dalam dunia persilatan sering menggunakan pakaian putih, sedangkan Tokoh Jahat lebih sering menggunakan pakaian berwarna hitam, dan memang, baju Warna Hitam inilah melambangkan bahwa kita banyak menyerap energi dari luar (seperti: jin, iblis, energi tak terlihat, dlsb), dan malah melupakan energi (cahaya) hakiki yang ada di dalam individu kita, yang sangat dekat dengan individu kita, dan lagi pula, Baju berwarna Hitam itu bisa melambangkan kesombongan (tapi tidak selalu ya), sebab warna HITAM itu sebagai lambang RUMAH TUHAN (Baitullah). Oleh karena itu hanya Tuhanlah yang berhak memiliki sifat sombong.
Ya, Baitullah-lah yang lebih berhak menjadi MAGNET di Bumi ini, yang MENYERAP semua ENERGI yang ada. Begitulah HITAM, memiliki sifat MENYERAP. Sehingga, Baitullah itu melambangkan KEKOSONGAN dan DAYA TARIK (Magnet) yang kuat, inilah sebabnya pakaian IHRAM tidak boleh HITAM, alias harus PUTIH, sebab warna PUTIH melambangkan ketidakmampuan (tidak mampu menyerap warna apa pun), hadir menghadap ALLAH dengan bertamu di BAITULLAH-NYA yang HITAM dan KOSONG, artinya, pakaian warna putih melambangkan bahwa "saya siap diserap oleh-Mu ya Allah, saya akan kembali penuh kepadaMu ya Allah"... Innaa lillaahi wainnaa ilaihi rooji'uuun...
Jadi sekali lagi perlulah kita ketahui bahwa ternyata diduga lebih dari 90% MATERI yang ada DI ALAM SEMESTA ini adalah MATERI Berwarna HITAM, atau sering disebut Materi GELAP, atau ada juga yang menyebut sebagai Lubang Hitam (Black Hole) yang keberadaannya tidak diketahui persisnya, tapi dapat dirasakan radiasinya, sebab MATERI GELAP ini mampu dan terus menyerap energi apapun yang ada di alam semesta dengan begitu kuatnya.... dan ketika semua sudah terserap maka itulah dugaan terjadinya Kepunahan Sejati Alam Semesta Tampak.

"Ya Allah, gantungkanlah kami dan orang-orang yang bekonsultasi atau curhat atau ‘berobat’ kepada kami hanyalah kepada-MU, dan jangan Engkau datangkan kepada kami orang-orang yang tak mau mendatangi-Mu, kecuali bila itu sudah menjadi ketetapan-Mu".
ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ALLAAHu, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULU ALLAAHI.
Ya Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, lindungilah kami dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari ilmu yang menjauhkan kami dari-Mu, dari ilmu yang hanya berorientasi kepada harta dan dunia, dari ilmu yang membuat kami sombong dan merasa hebat, dari ilmu yang menginvestasikan banyak kesulitan bagi kami di akhirat kelak.
Ya Allah Yang Maha Mengetahui Isi Hati (Qolbu/Quluub) yang ada Di Dalam Dada (Shodr/Shuduur), lindungilah kami dari hati yang tidak khusyu’, dari hati yang mudah jatuh pada godaan wanita (pria), dari hati yang merasa tinggi, dari hati yang suka pujian manusia, dari hati yang takut cacian dari manusia, dari hati yang mudah terprovokasi oleh dunia yang menipu, dan dari hati yang sering lalai dari-Mu. 
 
Ya Allah Yang Maha Menguasai, lindungilah kami dari pikiran yang tidak efektif, dari pikiran yang tidak menentu, dari pikiran yang tidak bermutu, dari pikiran yang suka menganalisa takdir-Mu, dan dari pikiran yang tidak tunduk kepada hati yang Engkau kuasai. 
 
Ya Allah Yang Maha Pemberi Rizki, lindungilah kami dari harta yang haram, dari harta yang syubhat, dari harta yang tidak bisa membantu hamba-Mu lainnya, dan dari harta yang tidak berkah.
 
Ya Allah Yang Maha Menganugerahkan, lindungilah kami dari sikap yang tidak pandai bersyukur atas ilmu, atas hati, atas pikiran, dan atas harta yang telah Engkau berikan kepada kami.
Ya Allah Yang Maha Berkehendak, lindungilah kami dari keinginan yang tidak kami butuhkan, dari keinginan yang tidak Engkau ridhoi, dan dari keinginan yang tidak bisa dikendalikan.
Ya Allah Yang Maha Menenangkan, lindungilah kami dari jiwa yang tidak pernah puas, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dari jiwa yang tidak pandai bersyukur, dan dari jiwa yang tidak bisa tenang. 
 
Ya Allah Yang Maha Menghentikan Keburukan, lindungilah kami dari kesulitan yang menghadirkan kesulitan, dari hutang yang menghadirkan hutang, dan dari penyakit yang menghadirkan penyakit.
 
Ya Allah Yang Maha Mengabulkan, lindungilah kami dari do'a-do'a yang tidak penting, dari do'a-do'a yang justru menjauhkan kami untuk mencintai-Mu, dan dari do'a-do'a yang tidak Engkau kabulkan.
Aamiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar