29042012


DASAR-DASAR
PENGETAHUAN UMUM IBADAH

Perlulah kita ketahui was-was adalah keadaan dimana kita tidak bisa bersikap dengan tegas atas keadaan individu kita yang mana sehingga jiwa kita terombang-ambing. Perhatikanlah firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al a’raaf, 7 ayat: 201
žcÎ) šúïÏ%©!$# (#öqs)¨?$# #sŒÎ) öNåk¡¦tB ×#Í´¯»sÛ z`ÏiB Ç`»sÜø‹¤±9$# (#r㍞2x‹s? #sŒÎ*sù Nèd tbrçŽÅÇö7•B ÇËÉÊÈ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka ditimpa was-was dari syetan, mereka mengingat Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya".

Dan ada juga kita yang memahami Al-Qur’an dengan berbagai macam dalil dan kebutuhan kita, samplenya, kita yang membaca Al-Qur’an sekedar untuk pelipur lara dari kesedihan kita, maka dengan hal yang dengan demikian kita lakukan terobatilah rasa duka kita, karena kita mendasari alasan ini dengan dalil bahwa Al-Qur’an itu Ash shifa’ atau obat, dan adalagi bagi kita ahli hikmah, Al-Qur’an ini adalah sebuah mu'jizat yang bisa kita gunakan untuk rojah, mantra, pengobatan dan jampi-jampi atau wirid-wirid untuk memohon kekuatan kepada Allah, karena dasar yang kita pakai adalah pendapat seperti kata Ibnut Tien:
“Menangkal atau merojah, menawar mu'awwidzat dan lain-lainnya dari nama-nama Allah, itulah "thibburruhany". Apabila diucapkan oleh lisan Al abrar, hasilnya kesembuhan dengan idzin Allah” Al itqaan 2-165.

Adapun didalam histories Al qurthuby berkata:
“dibolehkan ruqyah dengan kalamullah dan nama-nama-Nya, jika dengan doa-doa yang diterima dari Nabi Saw sendiri, tentu lebih disukai”  Al itqaan :2-166.

Akan tetapi ada diantara kita yang memahami Al-Qur’an dengan pengertian yang sempurna, yang mana bahwa Alquran itu adalah tuntunan untuk memahami maksud Allah di dalam perintah dan larangannya, samplenya, dalam ayat-ayat yang menganjurkan untuk bermuamalah atau jual-beli, bercocok tanam, memperhatikan alam semesta dalam mengatur sebuah negara, dan menjaga kesehatan baik dari segi makanan maupun menjaga kondisi fisik, jadi wal hasil Al-Qur’an ini adalah hudan atau petunjuk, yang menuntun kita untuk berbuat apa yang semestinya menurut Allah agar kita mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat, samplenya ada sebuah ayat yang berbunyi "kuluu wasyrabuu …." - Makanlah dan minumlah- maka ayat ini kalau tidak kita fahami dengan benar akan menjadi sebuah histories salah kaprah di dalam penerapannya … yang mana sehingga ayat tersebut hanya diulang-ulang dibaca dengan alasan, bahwa dengan membaca ayat ini akan mendapatkan karomah atau kelebihan dari yang menjaga ayat atau huruf dari Al-Qur’an, dan mungkin bagi orang yang mengerti allluqohtal Arabia atau bahasa Arab, akan tersenyum mendengar kita yang membaca ayat ini, ketika melihat kita sebagai orang Indonesia mewiridkan ..makanlah..minumlah ..makanlah minumlah .. makanlah minumlah .. makanlah .. minumlah makanlah minumlah … sebanyak seribu kali ….. Atau penegasan ayat yang mengatakan bahwa Allah itu sangat kuat, sangat dekat, Maha melihat, Maha penyantun , Maha kuasa atas segala sesuatu, dan Maha mendengar….Jika hal ini hanya kita baca diulang-ulang tidak akan membawa dampak kepada perubahan mental atau keimanan kita seseorang, sebab kalau tidak kita fahami sebagai makna sebenarnya, kita akan tetap mencuri, berbohong, mengeluh, dan takut …akan tetapi jika kita mengerti akan maknanya dengan benar dan menerapkan sebagai pengertian secara dewasa, kita tidak akan berani berbohong, karena Allah sangat mendengar bisikan hati individu kita, dan kitapun tidak akan mengeluh, karena Allah sangat memperhatikan individu kita sebagai manusia yang mau mendekat, serta kitapun tidak akan berbuat korupsi, karena Allah selalu mengawasi perbuatan kita setiap saat…..

Maka demikian pula dengan bacaan ayat kursi yang kita wiridkan, dan kitapun tidak menyalahkan orang yang mendawamkan bacaan ayat ini, karena Rasulullah sendiri menganjurkan untuk sering membacanya, akan tetapi yang dimaksud dan tujuannya yaitu agar kita memahami isi kandungan ayat tersebut, yaitu membuka hijab individu kita sebagai manusia dapat menyaksikan pada saat mendirikan shalat dan untuk menyadari bahwa yang mana sesungguhnya hati individu kita hidup senantiasa yang kordinatnya didalam diantara dua rongga dada diatas perut kita. Maka marilah kita perhatikan ayat kursi in:

“Dialah Allah, tiada Tuhan yang wajib disembah melainkan Dia, yang senantiasa hidup dan menguasai dan memelihara kepentingan hamba-Nya. Tidak dipengaruhi oleh kantuk dan tidak pula oleh tidur. Tuhanlah yang mempunyai segala apa yang dilangit dan segala apa yang di bumi. Siapakah gerangan yang memberi syafaat di sisi-Nya dengan tiada seizin-Nya. Ia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan apa yang dibelakang mereka, sedang mereka tiada meliputi atau mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya melainkan sekedar yang Tuhan kehendaki, termasuk segala urusan langit dan bumi dan tiada berat lagi bagi Allah memelihara langit dan bumi itu, dan Allah itu maha Tinggi lagi Maha Besar”. Ayat Kursi.

Adapun maksud ayat ini adalah agar kita menyadari bahwa Allah itu sangat luas kekuasaanNya, semua dalam liputannya atau pengawasannya, Dia tidak dipengaruhi oleh kantuk dan tidur. Dia mengetahui apa yang dibelakang atau tersembunyi dan apa yang di hadapan kita. Sehingga jika kita memahami ayat ini secara benar maka tidak-lah mungkin kita akan berbuat seenaknya, seperti korupsi, berdusta, curang dan pengrusakan alam sekitarnya, akan tetapi jika ayat ini hanya kita jadikan sebuah wiridan, tanpa mengerti maksud tujuan ayat tersebut, yang terjadi malah sebaliknya, akan terjadi arogansi kita sebagai pembaca karena kadang kita sebagai pembaca malah menunggu bantuan dari khadam pemelihara ayat-ayat tersebut, yang mana sehingga menjadikan kita terjebak kedalam nilai kesyirikan yang di kutuk oleh Allah.

Bahkan kita sering mendengarkan diantara kita yang berbicara mengenai wirid yang di dawamkan akan mempunyai khadam pembantu, yang akan selalu menolong kita yang mengamalkannya, maka hal inilah sangat bertentangan dengan ayat tersebut yang menegaskan bahwa Allah adalah Sang Penolong, Yang memelihara semua makhluk-Nya, dan tempat meminta.

Maka agar kita tidak terjebak dengan pengertian yang keliru ini, hendaklah ketika kita membaca ayat kursi, menghayati maksud ayat tersebut, yang mana kita di perintahkan bersandar kepada Allah SWT, dan janganlah kita takut, karena Allah mengawasi kita..… percayakanlah semua urusan kepada petunjuk Allah SWT, dan didalam mewiridkan, jangan sedikitpun mengharapkan datangnya petunjuk dari selain Allah SWT, samplenya, khadam, orang berjubah putih, atau orang yang mengaku wali dll, dan hanya Allah SWT tujuan kita, selain ini kita tolak! Ayat kursi ini kita jadikan sebuah prinsip hidup di dalam bertauhid kepada Allah SWT.

Maka marilah kita coba menghayati prinsip-prinsip ini dalam kehidupan kita…....
Ya Allah , Tiada Tuhan kecuali Engkau...….
Ya Allah Engkau sedang memperhatikan gerak-gerik hati individuku, nafasku, fikiranku, dan aliran darahku...…..
Ya Allah..…Engkau melihat perbuatanku yang lalu dan yang akan datang......karena Engkau tidak pernah tidur…......dan Engkau yang tahu kejadian yang akan datang...…...yang tersembunyi dan yang dhahir, karena Engkau yang Maha Ghaib.
Ya Allah Engkaulah yang memelihara alam ini , dan yang menjaga Arsy.
Ya Allah dengan segala kerendahan hatiku aku berserah dan takluk dihadapan-Mu karena Engkaulah yang Maha Kuasa, Yang Meliputi dan Maha Melihat …......
Inilah prinsip yang harus kita terapkan setelah membaca makna ayat kursi....…bukan sekedar untuk dibaca dan di ulang-ulang atau wirid....….. dengan demikian anda akan keluar dari persoalan pengaruh secara kejiwaan seperti object to be a victim atau pada mimpi anda, seperti sample sebuah ayat yang tersebut diatas, tentang perintah makan dan minum....…jika ayat-ayat ini hanya di baca dan diwiridkan, maka kita tidak akan mendapatkan pesan apa yang diinginkan oleh Allah, yaitu......memakan dan meminum, yang tujuannya untuk membangun tubuh menjadi tumbuh dan sehat...…..
Jadi sekali lagi perlulah kita ketahui ayat kursi ini  merupakan ilmu pamungkas kita sebagai orang mukmin, dan jika diterapkan dengan benar....…kita tidak akan pernah takut, tidak pernah khawatir, hati individu kita selalu hidup atau selalu waspada, karena Allah melihat kelebat hati individu kita sebagai manusia...…..
Mudah-mudahan ayat kursi enjadi prinsip hidup yang ideal, dan bukan sekedar mencapai target hitungan dan waktu .......karena tauhid adalah kehidupan dan keimanan yang tidak boleh ditentukan oleh jarak dan waktu.

Maka demikianlah  dahulu sekelumit dasar-dasar pengetahuan umum ibadah  ini semoga Allah SWT memberikan rahmat dan hidayah kepada seluruh kita yang hadir pada hari ini, dan agar kita dapat melaksanakan seluruh perintah-perintah-Nya.

Maka marilah kita berdoa bersama!

"Ya Allah, gantungkanlah kami dan orang-orang yang bekonsultasi atau curhat atau ‘berobat’ kepada kami hanyalah kepada-MU, dan jangan Engkau datangkan kepada kami orang-orang yang tak mau mendatangi-Mu, kecuali bila itu sudah menjadi ketetapan-Mu".

ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ALLAAHu, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULU ALLAAHI.

Ya Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, lindungilah kami dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari ilmu yang menjauhkan kami dari-Mu, dari ilmu yang hanya berorientasi kepada harta dan dunia, dari ilmu yang membuat kami sombong dan merasa hebat, dari ilmu yang menginvestasikan banyak kesulitan bagi kami di akhirat kelak.

Ya Allah Yang Maha Mengetahui Isi Hati (Qolbu/Quluub) yang ada Di Dalam Dada (Shodr/Shuduur), lindungilah kami dari hati yang tidak khusyu’’, dari hati yang mudah jatuh pada godaan wanita (pria), dari hati yang merasa tinggi, dari hati yang suka pujian manusia, dari hati yang takut cacian dari manusia, dari hati yang mudah terprovokasi oleh dunia yang menipu, dan dari hati yang sering lalai dari-Mu.  

Ya Allah Yang Maha Menguasai, lindungilah kami dari pikiran yang tidak efektif, dari pikiran yang tidak menentu, dari pikiran yang tidak bermutu, dari pikiran yang suka menganalisa takdir-Mu, dan dari pikiran yang tidak tunduk kepada hati yang Engkau kuasai.  

Ya Allah Yang Maha Pemberi Rizki, lindungilah kami dari harta yang haram, dari harta yang syubhat, dari harta yang tidak bisa membantu hamba-Mu lainnya, dan dari harta yang tidak berkah.

Ya Allah Yang Maha Menganugerahkan, lindungilah kami dari sikap yang tidak pandai bersyukur atas ilmu, atas hati, atas pikiran, dan atas harta yang telah Engkau berikan kepada kami.

Ya Allah Yang Maha Berkehendak, lindungilah kami dari keinginan yang tidak kami butuhkan, dari keinginan yang tidak Engkau ridhoi, dan dari keinginan yang tidak bisa dikendalikan.

Ya Allah Yang Maha Menenangkan, lindungilah kami dari jiwa yang tidak pernah puas, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dari jiwa yang tidak bisa tenang, dan dari jiwa yang tidak pandai bersyukur. 

Ya Allah Yang Maha Menghentikan Keburukan, lindungilah kami dari kesulitan yang menghadirkan kesulitan, dari hutang yang menghadirkan hutang, dan dari penyakit yang menghadirkan penyakit.  

Ya Allah Yang Maha Mengabulkan, lindungilah kami dari do'a-do'a yang tidak penting, dari do'a-do'a yang justru menjauhkan kami untuk mencintai-Mu, dan dari do'a-do'a yang tidak Engkau kabulkan.
Amin ya rabbal alamin.

22042012

DASAR-DASAR
PENGETAHUAN UMUM IBADAH

Perlulah kita ketahui jika mendirikan shalat dari sisi jasmaniyah kita akan memiliki keterbatasan dalam hal tempat, dan waktu, serta kesucian badan, maka shalat dalam sisi ruhaniyah sebaliknya terlepas dari sisi ruang dan waktu, karena Shalat individu kita lakukan terus menerus sejak dunia hingga akhirat, adapun Masjidnya terletak dalam hati individu kita, dan jamaahnya anggota bathin kita atau daya ruhaniyah kita yang berdzikir dalam bahasa alam ruhaniah kita, serta Imam shalat ruhani kita adalah kemauan dan kiblat individu kita sejati  adalah Allah, adapun Shalat ini hanya bisa kita capai dengan hati individu kita yang ikhlas, yaitu hati individu kita yang hidup tidak tidur dan tidak mati, karena Hati individu kita yang seperti ini akan selalu terjaga walaupun jasmaniyah kita sedang tidur. Perhatikanlah firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Ali
 Imram, 3 ayat: 190-191.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
 (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.


Jadi yang sangat perlu kita ketahui yaitu Ibadah hati individu kita dilakukan sepanjang hayat, dan sepanjang hayatnya untuk ibadah, inilah ibadah orang yang sudah mencapai makrifatullah tempat penyucian tertinggi, maka di tempat tersebut kita sebagai sang salik sejatinya ada tanpa individu kita, karena individu kita telah fana, telah hilang lenyap, adapun maksunya yaitu ingatan sejati kita hanya tercurah kepada Allah SWT, akan tetapi hal ini hanya berlaku bila semua shalat fardhu dan nawafilkita laksanakan dengan konsisten, samplenya shalat sunnah tahiyyatul wudhu, shalat sunnah tahiyyatul masjid, shalat sunnah tahiyyatul tobat, shalat sunnah tahiyyatul istiqharah, shalat sunnah tahiyyatul qabliah, shalat wajib, shalat sunnah tahiyyatul ba’diah, shalat sunnah tahiyyatul ikhlas, shalat witir, maka marilah kita perhatikan firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat  An Nisa, 4 ayat: 103.

Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Jadi walhasil shalat ini baru bisa terjangkau bila semua shalat syariat ini sempurna, lalu baru masuk shalat tarekat dan makrifat, maka hal ini tidak bisa kita artikan bahwa bila sudah berada di tingkatan ini tidak lagi melakukan shalat, bahkan sering dalam shalat inilah kita sebagai salik mengalami fana dalam munajat kita, yang mana sehingga ibadah kita akan menyita waktu yang lama, maka apa bila hal demikan ini terjadi pada individu kita sejati, maka tidak ada bacaan dan gerakan lagi, karena individu kita sejati telah berbincang dengan Tuhan kita, dan individu kita sejatitelah tenggelam dalam "lautan tauhid" yaitu keesaan Allah dan ber"padu" dengan-Nya, maka setelah berpadu ibadah lahir dan bathinsecara harmonis pada ibadah kita sebagai sang salik, jadi sudah sungguh jelas Hati individu kita dan ruh sejati kita akan membawanya ke hadirat Illahi Robi, dan hati individu kita ber"padu" mesra dengan Allah SWT dalam alam nyata kita sebagai sang salik menjadi wara' dan alim,adapun dalam alam ruhani menjadi ahli makrifah yang telah sampai pada peringkat kesempurnaan mengenal Allah, dan inilah makna mendirikan shalat adalah perjalanan menuju Allah SWT. QS, Al Fatihah 1 ayat: 5.


Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Jadi sekali lagi perlu kita ketahui yang mana kewajiban shalat fardhu adalah suatu jalan untuk mendekatkan individu kita kepada Allah SWT, apalagi dilengkapi dengan amalan-amalan sunah yang dicontohkan Rosul SAW, akan mendapat 'nilai tambah' dari Allah dan Rosul-Nya, sebagaimana yang dijelaskan oleh hadits histories Bukhari yang menjelaskan bahwa orang-orang yang mengerjakan amalan fardhu dan amalan sunat akan sempurna pendekatannya kepada Allah sehingga dekat pula pertolongan Allah kepadanya.
           
Bagi kita yang sudah mantap  iman kita akan merasa tidak cukup bila hanya melakukan shalat wajib saja, tetapi akan menambahnya dengan shalat sunat atau rawatib, adapun di dalam praktek tasawufmendirikan shalat merupakan bagian dari muraqabah atau kontemplasi  terhadap Tuhan, sedangkanMuraqabah ini meresapkan kesadaran individu kita bahwa Allah memonitor gerak-gerik kita baik lahir maupun bathin, jadi Muraqabah hakikat shalat ini dengan cara menghadapkan wajah jiwa kita ke hadirat Allah SWT yang telah menjadikan hakikatnya shalat, yaitu mendirikan Shalat yang terdiri dari beberapa rukun yang bersifat perkataan dan perbuatan yang kita mulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.
     
Mendirikan Shalat sangat penting dalam tasawuf, sebagaimana disabdakan oleh nabi SAW:
”Shalat adalah kenaikan atau mi'raj orang-orang Mukmin (menuju Allah)”.
Nabi Muhammad juga bersabda:
”Hanya dalam shalat saja seorang hamba bisa dekat dengan Allah.”. 
Shalat menghubungkan kita sebagai sang hamba dengan Tuhan, dan mengisi jiwa kita dengan cahaya-cahaya yang memancar darinya sehingga yang mana kita dapat menyaksikan Akbar-nya atau Wajah-Nya, maka hal inilah yang dikatakan hubungan halus individu kita sebagai Sang Salik dengan Tuhan, rahasia-Nya kedudukan tinggi dan kemuliaan-Nya pun dapat kita rasakan dalam mendirikan shalat, dan inilah sebabnya Allah SWT menyebut individu kita sang salik sebagai hamba-Nya atau abduhu, kehambaan atau 'abdiyah ini kita capai dalam mendirikan shalat, karena Shalat adalah anugerah khusus kepada individu kita sebagai manusia yang diberikan Allah SWT melalui Nabi-Nya, guna mengenang peristiwa mi'raj beliau, sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran surat Al Isra. 17. Ayat: 1.
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Adapun shalat-shalat Sunah Yang Dikerjakan:

Shalat sunat  ini tebagi dalam dua bagian, pertama, shalat  sunat  yang tidak disunatkan berjamaah dan shalat sunat yang disunatkan kita berjamaah. Shalat sunat yang tidak disunatkan berjamaah samplenya  shalat sunah rawatib. Selain itu ada shalat sunat yang bebas tidak terikat dengan waktu dan ada pula yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

a. Salat Sunah Rawatib
            Salat sunah rawatib yaitu salah sunah yang mengikuti salat fardhu, biasa disebut salat sunah qabliyah dan ba'diyah.

b. Salat Sunah Nawafil
            Salat sunah nawafil ada beberapa macam. Misalnya salat sunah mutlaq, salat sunah jumat, salat sunah awwabin, salat sunah syukur nikmat, salat sunah dhuha, salat istiharah, salat tasbih, salat hajat, salat taubah, salat tahajud, salat syukr wudu, salat sunah tahiyatul masjid, salat sunah li daf'i al bala', salat sunah kifarat al baul, salat sunah bir al wiladaini, salat sunah li hif'i al iman, salat sunah isti'azah, salat sunah isyraq, salat sunah witir dan lain-lain.

Maka marilah kita berdoa bersama!

"Ya Allah, gantungkanlah kami dan orang-orang yang bekonsultasi atau curhat atau ‘berobat’ kepada kami hanyalah kepada-MU, dan jangan Engkau datangkan kepada kami orang-orang yang tak mau mendatangi-Mu, kecuali bila itu sudah menjadi ketetapan-Mu".

ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ALLAAHu, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN RASUULU ALLAAHI.

Ya Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, lindungilah kami dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari ilmu yang menjauhkan kami dari-Mu, dari ilmu yang hanya berorientasi kepada harta dan dunia, dari ilmu yang membuat kami sombong dan merasa hebat, dari ilmu yang menginvestasikan banyak kesulitan bagi kami di akhirat kelak.

Ya Allah Yang Maha Mengetahui Isi Hati (Qolbu/Quluub) yang ada Di Dalam Dada (Shodr/Shuduur), lindungilah kami dari hati yang tidak khusyu’’, dari hati yang mudah jatuh pada godaan wanita (pria), dari hati yang merasa tinggi, dari hati yang suka pujian manusia, dari hati yang takut cacian dari manusia, dari hati yang mudah terprovokasi oleh dunia yang menipu, dan dari hati yang sering lalai dari-Mu.  

Ya Allah Yang Maha Menguasai, lindungilah kami dari pikiran yang tidak efektif, dari pikiran yang tidak menentu, dari pikiran yang tidak bermutu, dari pikiran yang suka menganalisa takdir-Mu, dan dari pikiran yang tidak tunduk kepada hati yang Engkau kuasai.  

Ya Allah Yang Maha Pemberi Rizki, lindungilah kami dari harta yang haram, dari harta yang syubhat, dari harta yang tidak bisa membantu hamba-Mu lainnya, dan dari harta yang tidak berkah.

Ya Allah Yang Maha Menganugerahkan, lindungilah kami dari sikap yang tidak pandai bersyukur atas ilmu, atas hati, atas pikiran, dan atas harta yang telah Engkau berikan kepada kami.

Ya Allah Yang Maha Berkehendak, lindungilah kami dari keinginan yang tidak kami butuhkan, dari keinginan yang tidak Engkau ridhoi, dan dari keinginan yang tidak bisa dikendalikan.

Ya Allah Yang Maha Menenangkan, lindungilah kami dari jiwa yang tidak pernah puas, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dari jiwa yang tidak bisa tenang, dan dari jiwa yang tidak pandai bersyukur. 

Ya Allah Yang Maha Menghentikan Keburukan, lindungilah kami dari kesulitan yang menghadirkan kesulitan, dari hutang yang menghadirkan hutang, dan dari penyakit yang menghadirkan penyakit.  

Ya Allah Yang Maha Mengabulkan, lindungilah kami dari do'a-do'a yang tidak penting, dari do'a-do'a yang justru menjauhkan kami untuk mencintai-Mu, dan dari do'a-do'a yang tidak Engkau kabulkan.
Amin ya rabbal alamin.